TES MATA, MAMPU UNGKAP RESIKO KANKER

Selama ini melakukan tes mata tentunya dilakukan untuk mengetahui kesehatan mata. Namun penelitian terbaru mengungkap bahwa tes mata tak hanya bisa digunakan untuk mengetahui masalah pada mata, melainkan juga penyakit lainnya. Melakukan foto retina, yaitu lapisan sel yang berada pada bagian belakang mata dan sensitif terhadap cahaya ternyata bisa mengungkap risiko stroke seseorang.

Ini karena retina bisa bermasalah dan rusak ketika seseorang mengalami tekanan darah tinggi, salah satu faktor pemicu stroke. Penelitian menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi pada retina yang dikenal dengan hypersensitive retinopathy bisa menunjukkan tingginya risiko stroke seseorang, seperti dilansir oleh Daily Mail (01/07).

Berdasarkan Stroke Association, salah satu masalah terbesar yang berkaitan dengan stroke adalah bahwa penyakit itu sulit untuk dideteksi dan sulit diketahui akan menyerang siapa. Namun kini peneliti bisa mengetahuinya dengan mengamati salah satu faktor utama stroke yaitu tekanan darah tinggi. Selama ini tekanan darah tinggi diketahui menyebabkan 50 persen stroke setiap tahunnya. Banyak orang yang tak mengalami gejala dan tak mengetahui risiko mereka terkena stroke.

Meski begitu, hasil ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah tes ini harus dilakukan secara rutin sama seperti tes rutin untuk mencegah stroke? Tes ini sebenarnya sangat sederhana dan dilakukan seperti tes mata pada umumnya. Dokter hanya tinggal mengambil gambar dari retina dengan bantuan obat mata yang membuat pupil melebar.

"Mesin yang digunakan dalam tes ini biasanya digunakan untuk melihat perubahan akibat diabetes yang terjadi pada pembuluh darah mata," ungkap Dr Bernie Chang dari Royal College of Opthalmologist.

Hasil ini didapatkan peneliti setelah melakukan pengamatan terhadap 2.907 orang dengan tekanan darah tinggi. Partisipan kemudian diikuti selama 13 tahun. Dalam masa itu sekitar 146 orang mengalami stroke. Peneliti kemudian menemukan bahwa risiko stroke 35 persen lebih tinggi pada orang yang mengalami masalah pada retina mereka, dan 137 persen lebih tinggi pada orang yang mengalami hypersensitive retinopathy tingkat sedang dan parah.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment